Argh akhirnya. Yak, sebetulnya saya programmer yang ketinggalan zaman, baru bisa coba ajax di tahun 2010. Dem! What Tje Fuk!
Sebetulnya eksplorasi kali ini sedikit didorong oleh rasa keterpaksaan. Yak, tugas kantor. Saya selalu merasa takut, cenderung menghindar apabila mendapat tugas untuk mengubah kode dari program yang telah berjalan, apalagi sudah masuk produksi.
Q:”Memang apa sih yang ditakuti?“
A:”Takut nanti sesudah diubah malah jadi inproper. Takut nanti lupa nimpa kode yang sudah ada. Takut dimarahin PM. Takut…“
STOP TAKUT!
ITU RESIKO!
Berhadapan dengan resiko memang menakutkan.
I wish it came with ‘phone a friend’, ’50:50′, or ‘ask the audience’ option.
Eh, kenapa jadi meracau begini, intinya resiko tidak dapat dielakkan. Resiko tidak datang secara rutin seperti datang bulan, tapi tiap kali dia datang kita cenderung bertindak PMS. Dan setelah beberapa hari dia akan berakhir juga.
Jadi bagaimana solusinya? karena saya selalu menghindari, maka waktu yang jadi solusinya. Semakin dipendam atau ditunda, suasana hati semakin tidak enak, tidak plong, seperti ada sesuatu yang mengganjal. Cara satu satunya, ya kerjakan, selesaikan.
Cukup, back to track tentang Struts-Ajax.
Hasil googling, dapat dari blognya venur. Pada awalnya saya coba dan tidak berhasil, ternyata ada dependency ke library Betwixt dan ada sedikit perubahan di jsp. Tidak seru kalau langsung bisa jalan kan? Sekali lagi saya berhadapan dengan resiko dan akhirnya bisa dilewati.
current status : Saya tidak sarapan hari ini, cukup secangkir teh hangat tanpa gula dan krim saja.
February 5, 2011 at 1:32 pm
aduh aduh..pusing ngomongin coding hihihihih..
probo, masih kenal aku kah, aku add kamu di blog ku ya, baru bikin blog nih. add aku juga hehehhe